Bahaya Sosial Media


Social media, kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari sosial media telah menjadi kebiasaan kita dalam menjalani kehidupan.

Coba saya tanya, kapan terakhir kali kamu menggunakan sosmed? Mengetahui kalian, pasti tidak lama yang lalu. Yang sudah pasti kurang dari 24 jam. Di masa sekarang hidup tanpa sosmed selama satu hari bukanlah hal yang mudah bagi kita. Bangun tidur buka instagram, pulang sekolah nonton tiktok, berbicara dengan teman menggunakan whatsapp, ngecurhat di Twitter, bahkan saat pelajaranpun masih sempat membuka sosmed. Sosmed telah menjadi bagian dari hidup kita baik disadari dan tanpa sadar.


Kita sudah kecanduan dengan yang namanya sosial media. Tetapi apa penyebabnya? Apa yang membuat kita kecanduan dengan sosial media?
Dari pengalaman sendiri dan menurut orang lain juga, kita kecanduan dengan sosmed karena FOMO. FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out. Artinya kita takut ketinggalan dengan tren atau berita berita tertentu. Kalian saat berbicara dengan teman pasti ingin terkoneksi dalam pembicaraannya. Seperti lelucon, berita tertentu, kita pasti ingin terkonek dengan pembicaraan teman kita. Kan gak enak tiap kali diajak ngomong kita selalu balas "hah?", "loh emang iya?", "wah ga tau". Jadi, agar lebih terhubung dengan teman, kita juga mengikuti jejak mereka, yaitu melalui sosial media. Ini mungkin tidak untuk semua orang, habisnya ada banyak penyebab kita kecanduan sosial media. Seperti mengisi luang waktu, mencari informasi, berteman dengan orang yang tinggal jauh dari kita, dll. Apapun penyebabnya yang sudah pasti kita mulai kecanduan dengan yang namanya sosial media.

Kecanduan dengan media sosial bukanlah hal yang harus kita banggakan. Bahkan kita seharusnya berusaha mencegah kecanduan tersebut. Tentu media sosial sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial memudahkan kita untuk berbicara dengan teman, mencari informasi, dijadikan sarana hiburan utama, dll. 
Tetapi media sosial sangat berbahaya juga, bahkan mulai merusak generasi baru. Pernah tidak kamu buka instagram dan liat postingan temanmu atau orang yang kamu gak kenal, dan berpikir "Wah, enak sekali hidup mereka, pergi-pergian mulu, curang ih!". Pasti pernahkan begitu? Kita menjadi iri dengan mereka yang hidupnya begitu seru dan mewah, dan mulai memandang bahwa hidup kita sebagai konsumer adalah hidup yang payah. Atau mungkin kamu melihat orang lain yang sangat cakep di sosmed, proporsi badan yang ga ngotak, pasti kamu akan terpengaruh dan mulai memandang diri bagai sampah. Intinya sosmed membuat kita lebih membenci diri sendiri. 

Percaya tidak percaya, ada banyak orang yang mengakhiri hidupnya karena sosial media. Baik karena membenci diri sendiri, cyber-bullying, atau bisa juga tren-tren sosmed yang sangat bodoh dan bahaya (kebanyakan berasal dari TikTok). 
Cyberbullying bukanlah hal yang jarang, bahkan cyberbullying bisa ditemukan dimana saja di sosmed. Kamu pasti pernah terlibat atau menyaksikan cyberbullying, seperti di seksi komentar, private message, dan lain-lain. Cyberbullying sangat bahaya dan sangat kejam, karena kita akan merasa lebih nyaman mengejek orang lain karena tidak ada yang mengetahui identitas kita. Kita bisa mengejek orang lain semau kita tanpa menanggung konsekuensinya. Otomatis akan lebih banyak yang melakukan cyberbullying, dan saya yakin kamu pasti pernah.

Comments

Popular posts from this blog

Sosial Media Merusak Manusia